+628112916633 |   kedungwuni2@gmail.com |   Tangkil Kulon, Kedungwuni, Kab. Pekalongan

Kedungwuni 26/11/2022 : "Health is not everything but everything without health is nothing" artinya kira-kira "sehat bukan segalanya, tapi segalanya tanpa sehat bukan apa-apa" begitulah yang disampaikan oleh Bapak Casmudi, S.Kep M.M Subkoordinator Surveilence dan imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan pada acara pertemuan guru guru UKS wilayah kerja Puskesmas Kedungwni 2, beliau menyampaikan betapa pentingnya imunisasi terhadap anak-anak indonesia sebagai perisai terhadap penyakit agar tetap sehat dan menjadi generasi masa depan yang unggul. Pendidikan Kesehatan di lingkungan sekolah juga perlu perhatian lebih, pasalnya hampir waktu anak-anak banyak dihabiskan di sekolah, sekolah pagi maupun sore. 

Dalam mengimplementasikan pendidikan kesehatan di UKS, dapat mendirikan model indikator sekolah sehat seperti indikator fisik, antara lain; 1) Jumlah murid dengan status gizi normal, 2) Memiliki sarana air bersih yang memadai dan jamban yang saniternya mencukupi, 3) Memiliki sarana cuci tangan dan tempat sampah yang mencukupi, 4) Melakukan CTPS, 5) Sarapan/makan siang dan sikat gigi bersama, 6) Melakukan aktivitas fisik secara teratur, 7) Melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala.

Selain itu ada indikator mental yang meliputi; 1) Memberikan pendidikan keterampilan hidup sehat (kompetensi psikososial) di sekolah dan di masyarakat, 2) Wilayah KTR (Kawasan Tanpa Rokok), 3) Wilayah KTN (Kawasan Tanpa Narkoba), 4) Wilayah KTK (Kawasan Tanpa Kekerasan), 5) Mempunyai kader kesehatan sekolah/dokter kecil yang jumlahnya cukup, dan 6) Angka ketidakhadiran karena sakit yang rendah.

Demi mencapai Indonesia emas 2045 perlu kita siapkan bersama SDM yang unggul dengan memastikan anak-anak kita terjamin pendidikan dan kesehatannya, hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama berbagai fihak, dari Puskesmas, Sekolah, Dinas Kesehatan, Pemerintah dan Masyarakat.