Puskesmas Kedungwuni 2 mengadakan pelatihan pemadam dan penanggulangan kebakaran di selasar dan lapangan barat Puskesmas Kedungwuni 2. Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Kedungwuni 2 Ibu dr. Noor Endah Artati. bekerjasama dengan UPT Pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pelatihan dan Simulasi Pemadam Kebakaran di Puskesmas Kedungwuni 2.
Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya masih dirasakan sangat kurang, khususnya untuk rakyat Indonesia. Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian. Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang api yang memadai.
Karena itulah diperlukan pelatihan ini. Banyak faktor yang bisa mempercepat terjadinya bahaya api atau kebakaran bahkan ledakan, faktor-faktor tersebut kadang-kadang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang, padahal upaya pencegahan kebakaran lebih mudah dan lebih murah, dibandingkan upaya penanggulangannya. Karena itulah, dalam pelatihan ini upaya pencegahan kebakaran lebih diutamakan.
MANFAAT DAN PELATIHAN
MATERI TRAINING
METODE PELATIHAN
[Gambar]
Rabu, 16 November 2022
Kedungwuni 26/11/2022 : "Health is not everything but everything without health is nothing" artinya kira-kira "sehat bukan segalanya, tapi segalanya tanpa sehat bukan apa-apa" begitulah yang disampaikan oleh Bapak Casmudi, S.Kep M.M Subkoordinator Surveilence dan imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan pada acara pertemuan guru guru UKS wilayah kerja Puskesmas Kedungwni 2, beliau menyampaikan betapa pentingnya imunisasi terhadap anak-anak indonesia sebagai perisai terhadap penyakit agar tetap sehat dan menjadi generasi masa depan yang unggul. Pendidikan Kesehatan di lingkungan sekolah juga perlu perhatian lebih, pasalnya hampir waktu anak-anak banyak dihabiskan di sekolah, sekolah pagi maupun sore.
Dalam mengimplementasikan pendidikan kesehatan di UKS, dapat mendirikan model indikator sekolah sehat seperti indikator fisik, antara lain; 1) Jumlah murid dengan status gizi normal, 2) Memiliki sarana air bersih yang memadai dan jamban yang saniternya mencukupi, 3) Memiliki sarana cuci tangan dan tempat sampah yang mencukupi, 4) Melakukan CTPS, 5) Sarapan/makan siang dan sikat gigi bersama, 6) Melakukan aktivitas fisik secara teratur, 7) Melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala.
Selain itu ada indikator mental yang meliputi; 1) Memberikan pendidikan keterampilan hidup sehat (kompetensi psikososial) di sekolah dan di masyarakat, 2) Wilayah KTR (Kawasan Tanpa Rokok), 3) Wilayah KTN (Kawasan Tanpa Narkoba), 4) Wilayah KTK (Kawasan Tanpa Kekerasan), 5) Mempunyai kader kesehatan sekolah/dokter kecil yang jumlahnya cukup, dan 6) Angka ketidakhadiran karena sakit yang rendah.
Demi mencapai Indonesia emas 2045 perlu kita siapkan bersama SDM yang unggul dengan memastikan anak-anak kita terjamin pendidikan dan kesehatannya, hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama berbagai fihak, dari Puskesmas, Sekolah, Dinas Kesehatan, Pemerintah dan Masyarakat.
Kedungwuni 26/10/22 : Telah dilaksanakan Aksi Bergizi secara serentak di seluruh sekolah SMP/SMA di Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2022, Aksi Bergizi juga dilaksanakan di sekolah yang masuk wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Kegiatan ini diisi dengan meminum tablet tambah darah secara serentak oleh remaja putri. Aksi Bergizi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia yang banyak terjadi pada remaja putri.
Sabtu, 29 Oktober 2022
MASNIDA Agustus 2022, BIAN: Tahun 2022 ini Kemenkes RI mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi COVID-19. BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.
BIAN dilaksanakan selama satu bulan, bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tahap kedua dilaksanakan mulai Agustus 2022 di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.
Puskesmas Kedungwuni II telah dilaksanakan BIAN di delapan desa atau 35 Posyandu dan di beberapa TK/PAUD, pelaksanaan berjalan dengan lancar, untuk memeriahkan dan menambah partisipasi peserta, diadakan lomba video tentang BIAN yang diikuti oleh seluruh Kader Posyandu yang dimenangkan oleh Kader Desa Karangdowo, berikut link videonya .
Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).
[Gambar]
MASNIDA 30 September 2022, BIAS: Selama bulan September 2022 Tenaga Kesehatan Puskemas Kedungwuni II melaksanakan program Pemberian Imunisasi terhadap anak Sekolah Dasar (SD) , dimaksudkan sebagai upaya booster ( ulangan ) terhadap kekebalan yang pernah didapat pada saat bayi ( DPT ) dan campak , dimana pada saat usia anak sekolah kekebalan sudah mulai menurun. pemberian imunisasi Campak Rubella, diberikan pada siswa kelas 1 , akan memberikan perlindungan terhadap penyakit Campak selama 14 tahun, kemudian untuk kelas 5 dan 6 diberikan Imunisasi HPV diberikan 2 dosis dengan jarak pemberian 1 th, Dosis pertama kelas 5 Perempuan, dosis kedua kelas 6 Perempuan, melindungi dari infeksi virus HPV seumur hidup.
Rabu, 22 Juni 2022
Sabtu, 29 Oktober 2022
Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.
Rabu, 29 Juni 2022