Berita terbaru dari Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan
Kedungwuni, 10 Juni 2026 – Puskesmas Kedungwuni II melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 bayi usia 6 bulan sebagai sasaran pemeriksaan. PKAT merupakan salah satu upaya deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi agar dapat segera dilakukan intervensi yang tepat.
Dalam kegiatan ini, bayi mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh yang meliputi pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan dan panjang badan, serta penilaian perkembangan sesuai tahapan usianya. Pemeriksaan perkembangan mencakup kemampuan motorik seperti berguling, duduk dengan bantuan, meraih benda, serta kemampuan sensori yang meliputi fungsi pendengaran, penglihatan, dan respons terhadap lingkungan sekitar.
Selain pemeriksaan tumbuh kembang, seluruh bayi juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter serta mendapatkan layanan konseling bagi orang tua. Melalui konseling ini, orang tua memperoleh edukasi mengenai stimulasi perkembangan anak, pemberian ASI dan MPASI yang tepat, pola asuh, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Kegiatan PKAT dilaksanakan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, bidan, ahli gizi, tenaga sanitasi lingkungan, dan petugas promosi kesehatan. Kolaborasi berbagai profesi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif sehingga kondisi kesehatan bayi dapat dipantau dari berbagai aspek.
Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan pada bayi. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti sehingga peluang keberhasilan perbaikan dan penanganan menjadi lebih optimal.
Melalui kegiatan PKAT ini, Puskesmas Kedungwuni II berharap seluruh bayi dapat tumbuh sehat dan berkembang sesuai tahapan usianya. Peran aktif orang tua dalam memantau perkembangan anak serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kunci penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kamis, 11 Juni 2026
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lanjut usia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah lansia, dan berkesinambungan juga semakin meningkat. Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat lanjut usia, Puskesmas Kedungwuni II terus melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan Poli Lansia dan pelayanan dokter yang lebih optimal.
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, baik penyakit degeneratif, penyakit kronis, maupun penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Kondisi tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga menyeluruh serta berkesinambungan. Oleh karena itu, Puskesmas Kedungwuni II menghadirkan pelayanan khusus bagi lansia melalui Poli Lansia yang memberikan kenyamanan dan perhatian lebih terhadap kebutuhan kesehatan para lanjut usia.
Melalui Poli Lansia, pasien lanjut usia memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih terarah mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, edukasi pola hidup sehat, hingga pemantauan penyakit kronis secara berkala. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu lansia menjaga kondisi kesehatan agar tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Selain itu, pelayanan dokter di Puskesmas Kedungwuni II juga terus ditingkatkan agar memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal bagi para lansia. Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih mendalam dengan memperhatikan kondisi pasien secara keseluruhan, tidak hanya berdasarkan keluhan utama yang dirasakan. Pendekatan ini penting karena pada usia lanjut sering ditemukan beberapa penyakit yang muncul bersamaan sehingga memerlukan penanganan yang lebih teliti dan menyeluruh.
Dalam pelayanan kepada lansia, dokter juga memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang tepat, pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai usia, serta upaya menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup. Komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien lansia menjadi bagian penting agar pasien merasa nyaman, dipahami, dan mendapatkan pelayanan yang humanis.
Peningkatan pelayanan dokter dan Poli Lansia ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia sehingga tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Puskesmas Kedungwuni II juga terus mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan lansia karena dukungan keluarga memiliki peran besar dalam menjaga keberhasilan pengobatan dan perawatan sehari-hari.
Melalui momentum Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026, Puskesmas Kedungwuni II menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat lanjut usia. Dengan pelayanan yang lebih baik, ramah, dan komprehensif, diharapkan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, bahagia, dan berkualitas.
Jumat, 29 Mei 2026
Kedungwuni – Dalam upaya mendukung program keluarga berencana serta meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga, Muslimat NU Kedungwuni bekerja sama dengan Balai KB Kedungwuni dan Puskesmas Kedungwuni II menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pelayanan KB pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kontrasepsi gratis kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 45 akseptor mendapatkan pelayanan kontrasepsi. Rinciannya, 25 akseptor memilih metode IUD (Intra Uterine Device) dan 20 akseptor memilih metode implan. Seluruh pelayanan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kedungwuni II dengan standar pelayanan medis yang aman dan sesuai prosedur.
Ketua PAC Muslimat NU Kedungwuni Munafah Asip Kholbihi menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam mendukung program pemerintah terkait pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain pelayanan pemasangan alat kontrasepsi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, kesehatan reproduksi, serta manfaat penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Edukasi ini diharapkan dapat membantu para ibu dalam mengambil keputusan yang tepat demi masa depan keluarga yang lebih sejahtera.
Kerja sama yang solid antara Muslimat NU Kedungwuni, Balai KB Kedungwuni, dan Puskesmas Kedungwuni II menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Melalui bakti sosial KB ini, diharapkan terwujud keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas, sejalan dengan visi bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Jumat, 13 Februari 2026
Pada Kamis, 26 Juni 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan bersama Puskesmas Kedungwuni II menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi karyawan PT. Watusalam Textile (Wastex). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 15.00 WIB di area PT. Wastex dengan diikuti oleh 80 orang peserta.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendeteksi dini risiko penyakit. Berbagai layanan pemeriksaan disediakan, antara lain:
Pendaftaran peserta
Pemeriksaan TTV (Tanda-Tanda Vital)
Pengambilan sampel darah
Pemeriksaan gigi
Pemeriksaan fisik umum
Pemeriksaan EKG
Konsultasi dengan dokter
Para peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib dan antusias. Melalui kegiatan ini, diharapkan para karyawan dapat mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing sehingga dapat melakukan upaya pencegahan lebih dini.
Pak Muchsin Alatas, ST selaku Staff HR mewakili manajemen PT. Wastex menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan serta Puskesmas Kedungwuni II yang telah menginisiasi kegiatan CKG. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar karyawan semakin peduli dengan kesehatan diri dan lingkungan kerja.
Semoga program cek kesehatan gratis ini membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta dan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Senin, 30 Juni 2025
Tangkil Tengah, 21 Juni 2025 – Kader kesehatan dari berbagai desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II kembali berkumpul dalam kegiatan arisan dan pertemuan rutin kader, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 di Balai Desa Tangkil Tengah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar kader, menjaga kekompakan, serta menjadi wadah koordinasi terkait program-program kesehatan yang sedang dan akan berjalan.
Rangkaian Kegiatan
Senam Bersama
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama seluruh peserta. Selain untuk menjaga kebugaran, senam ini juga menjadi media untuk menyemangati kader dalam menjalankan tugas kesehatannya di masyarakat.
Sarapan Bersama
Usai senam, para kader menikmati sarapan bersama dengan menu sederhana namun penuh kehangatan. Momen ini dimanfaatkan untuk saling bertukar cerita dan pengalaman seputar kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan lainnya.
Sambutan dari Tuan Rumah
Ketua PKK Desa Tangkil Tengah selaku tuan rumah menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh kader yang hadir. Beliau mengapresiasi peran aktif para kader dalam mendukung program kesehatan di desa masing-masing.
Sambutan dari Puskesmas Kedungwuni II
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Puskesmas Kedungwuni II. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat serta informasi singkat mengenai program-program yang sedang digalakkan, termasuk integrasi layanan primer dan pelaksanaan posyandu terpadu.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan antar kader semakin kuat dan koordinasi antar lini pelayanan kesehatan masyarakat semakin efektif. Puskesmas Kedungwuni II mengapresiasi inisiatif dan kekompakan para kader, yang merupakan ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.
Penulis: Tim Promosi Kesehatan
Tanggal Publikasi: 21 Juni 2025
---
PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
📍 Alamat: Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan
🌐 Website: puskesmaskedungwuni2.pekalongankab.go.id
Sosial Media Kami:
📘 Facebook: Puskesmas Kedungwuni II
📸 Instagram: @puskesmaskedungwuni2
▶️ YouTube: PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
---
Sabtu, 21 Juni 2025
Selasa, 27 Mei 2025 – Puskesmas Kedungwuni II melalui Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pokja Posyandu dalam rangka memperkuat Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Yudi Syuhada, M.Kes, dan diikuti oleh kader serta pengelola Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi transformasi layanan kesehatan primer, khususnya dalam mewujudkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Ekspansi Pelayanan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Tahun 2025
Sejalan dengan upaya memperkuat layanan kesehatan dasar, pada tahun 2025 seluruh desa dan kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II direncanakan akan memiliki Pelayanan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), kecuali dua desa yang lokasinya sangat dekat dengan Puskesmas induk, yaitu Desa Tangkil Kulon dan Desa Tangkil Tengah.
Desa yang Telah Membuka PKD ILP:
Bugangan (Pustu)
Karangdowo
Rengas
Desa yang Akan Membuka PKD Tahun 2025:
Ambokembang (Juni)
Kedungpatangewu (Juli)
Pekajangan (Juli)
Kehadiran PKD ILP di desa-desa tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat pencegahan dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan di tingkat desa.
Posyandu ILP: Semua Desa Sudah Siap Melayani
Puskesmas Kedungwuni II juga mencatat capaian positif dengan seluruh Posyandu di wilayah kerja telah menerapkan pelayanan siklus hidup berbasis Integrasi Layanan Primer (Posyandu ILP). Ini mencerminkan komitmen kuat Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan untuk semua kelompok usia.
Komitmen Puskesmas Kedungwuni II
Dengan adanya bimbingan teknis dan ekspansi layanan PKD ILP, Puskesmas Kedungwuni II menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat primer. Kolaborasi antara kader Posyandu, perangkat desa, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama keberhasilan program ILP ini.
---
PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
📍 Alamat: Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan
🌐 Website: puskesmaskedungwuni2.pekalongankab.go.id
Sosial Media Kami:
📘 Facebook: Puskesmas Kedungwuni II
📸 Instagram: @puskesmaskedungwuni2
▶️ YouTube: PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
---
Kamis, 5 Juni 2025
Kedungwuni – Memilih makanan dan minuman kemasan kini tidak hanya soal rasa dan harga. Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kandungan gizi yang tercantum pada kemasan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji, pemerintah mengatur pengelompokan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh pada produk pangan olahan. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami kandungan gizi suatu produk dengan lebih mudah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Mengapa Label Gizi Penting?
Label gizi memberikan informasi mengenai jumlah zat gizi yang terkandung dalam suatu produk. Dengan membaca label sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, masyarakat dapat:
- Memilih produk yang lebih sehat.
- Mengontrol asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Mendukung pola makan bergizi seimbang.
- Mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Kategori Kandungan Gizi
Dalam aturan terbaru ini, kandungan gula, garam, dan lemak jenuh dikelompokkan ke dalam beberapa kategori (A sampai D), mulai dari kandungan yang paling rendah hingga paling tinggi. Semakin tinggi kategorinya, semakin tinggi pula kandungan zat gizi tersebut sehingga konsumsinya perlu lebih diperhatikan.
Jadilah Konsumen yang Cerdas
Sebelum membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan untuk:
- Membaca informasi nilai gizi pada kemasan.
- Memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Membandingkan beberapa produk sebelum memilih.
- Mengonsumsi makanan olahan secukupnya dan tetap memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta air putih.
Membaca label gizi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan diri sendiri dan keluarga.
Puskesmas Kedungwuni II mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dimulai dari hal kecil, yaitu selalu membaca label gizi sebelum membeli pangan olahan siap saji.
---
Puskesmas Kedungwuni II
📍 Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kecamatan Kedungwuni
📞 0811-2916-633
Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati.
Senin, 29 Juni 2026
Rabu, 17 Juni 2026
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Tekanan darah terdiri dari dua angka:
Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah dan melakukan pencegahan sejak dini.
< 120 / < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah berada dalam batas sehat dan risiko penyakit kardiovaskular rendah.
Anjuran:
Sistolik: 120–129 mmHg
Diastolik: < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah mulai meningkat dan berisiko berkembang menjadi hipertensi jika tidak dikendalikan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: 130–139 mmHg
Diastolik: 80–89 mmHg
Artinya:
Tekanan darah sudah termasuk hipertensi dan memerlukan perubahan gaya hidup serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: ≥ 140 mmHg
Diastolik: ≥ 90 mmHg
Artinya:
Hipertensi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi.
Yang perlu dilakukan:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:
❤️ Konsumsi garam berlebihan.
🍟 Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan.
⚖️ Kelebihan berat badan atau obesitas.
🚶 Kurang aktivitas fisik.
🚬 Merokok.
🍺 Konsumsi alkohol berlebihan.
😰 Stres berkepanjangan.
👴 Bertambahnya usia.
👨👩👧 Riwayat hipertensi dalam keluarga.
🩺 Penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit ginjal.
✅ Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh (±5 gram) per hari.
✅ Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
✅ Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama 5 hari.
✅ Jaga berat badan tetap ideal.
✅ Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
✅ Batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji.
✅ Tidur yang cukup (7–9 jam setiap malam).
✅ Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau aktivitas yang menyenangkan.
✅ Periksa tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.
Hipertensi sering disebut "Silent Killer" karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Ayo cek tekanan darah secara rutin di Puskesmas Kedungwuni II. Deteksi dini, cegah komplikasi, hidup lebih sehat!
Selasa, 16 Juni 2026
Kedungwuni, 10 Juni 2026 – Puskesmas Kedungwuni II melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 bayi usia 6 bulan sebagai sasaran pemeriksaan. PKAT merupakan salah satu upaya deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi agar dapat segera dilakukan intervensi yang tepat.
Dalam kegiatan ini, bayi mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh yang meliputi pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan dan panjang badan, serta penilaian perkembangan sesuai tahapan usianya. Pemeriksaan perkembangan mencakup kemampuan motorik seperti berguling, duduk dengan bantuan, meraih benda, serta kemampuan sensori yang meliputi fungsi pendengaran, penglihatan, dan respons terhadap lingkungan sekitar.
Selain pemeriksaan tumbuh kembang, seluruh bayi juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter serta mendapatkan layanan konseling bagi orang tua. Melalui konseling ini, orang tua memperoleh edukasi mengenai stimulasi perkembangan anak, pemberian ASI dan MPASI yang tepat, pola asuh, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Kegiatan PKAT dilaksanakan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, bidan, ahli gizi, tenaga sanitasi lingkungan, dan petugas promosi kesehatan. Kolaborasi berbagai profesi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif sehingga kondisi kesehatan bayi dapat dipantau dari berbagai aspek.
Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan pada bayi. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti sehingga peluang keberhasilan perbaikan dan penanganan menjadi lebih optimal.
Melalui kegiatan PKAT ini, Puskesmas Kedungwuni II berharap seluruh bayi dapat tumbuh sehat dan berkembang sesuai tahapan usianya. Peran aktif orang tua dalam memantau perkembangan anak serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kunci penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kamis, 11 Juni 2026
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lanjut usia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah lansia, dan berkesinambungan juga semakin meningkat. Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat lanjut usia, Puskesmas Kedungwuni II terus melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan Poli Lansia dan pelayanan dokter yang lebih optimal.
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, baik penyakit degeneratif, penyakit kronis, maupun penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Kondisi tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga menyeluruh serta berkesinambungan. Oleh karena itu, Puskesmas Kedungwuni II menghadirkan pelayanan khusus bagi lansia melalui Poli Lansia yang memberikan kenyamanan dan perhatian lebih terhadap kebutuhan kesehatan para lanjut usia.
Melalui Poli Lansia, pasien lanjut usia memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih terarah mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, edukasi pola hidup sehat, hingga pemantauan penyakit kronis secara berkala. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu lansia menjaga kondisi kesehatan agar tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Selain itu, pelayanan dokter di Puskesmas Kedungwuni II juga terus ditingkatkan agar memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal bagi para lansia. Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih mendalam dengan memperhatikan kondisi pasien secara keseluruhan, tidak hanya berdasarkan keluhan utama yang dirasakan. Pendekatan ini penting karena pada usia lanjut sering ditemukan beberapa penyakit yang muncul bersamaan sehingga memerlukan penanganan yang lebih teliti dan menyeluruh.
Dalam pelayanan kepada lansia, dokter juga memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang tepat, pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai usia, serta upaya menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup. Komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien lansia menjadi bagian penting agar pasien merasa nyaman, dipahami, dan mendapatkan pelayanan yang humanis.
Peningkatan pelayanan dokter dan Poli Lansia ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia sehingga tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Puskesmas Kedungwuni II juga terus mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan lansia karena dukungan keluarga memiliki peran besar dalam menjaga keberhasilan pengobatan dan perawatan sehari-hari.
Melalui momentum Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026, Puskesmas Kedungwuni II menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat lanjut usia. Dengan pelayanan yang lebih baik, ramah, dan komprehensif, diharapkan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, bahagia, dan berkualitas.
Jumat, 29 Mei 2026
Kedungwuni – Dalam upaya mendukung program keluarga berencana serta meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga, Muslimat NU Kedungwuni bekerja sama dengan Balai KB Kedungwuni dan Puskesmas Kedungwuni II menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pelayanan KB pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kontrasepsi gratis kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 45 akseptor mendapatkan pelayanan kontrasepsi. Rinciannya, 25 akseptor memilih metode IUD (Intra Uterine Device) dan 20 akseptor memilih metode implan. Seluruh pelayanan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kedungwuni II dengan standar pelayanan medis yang aman dan sesuai prosedur.
Ketua PAC Muslimat NU Kedungwuni Munafah Asip Kholbihi menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam mendukung program pemerintah terkait pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain pelayanan pemasangan alat kontrasepsi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, kesehatan reproduksi, serta manfaat penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Edukasi ini diharapkan dapat membantu para ibu dalam mengambil keputusan yang tepat demi masa depan keluarga yang lebih sejahtera.
Kerja sama yang solid antara Muslimat NU Kedungwuni, Balai KB Kedungwuni, dan Puskesmas Kedungwuni II menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Melalui bakti sosial KB ini, diharapkan terwujud keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas, sejalan dengan visi bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Jumat, 13 Februari 2026
Pada Kamis, 26 Juni 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan bersama Puskesmas Kedungwuni II menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi karyawan PT. Watusalam Textile (Wastex). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 15.00 WIB di area PT. Wastex dengan diikuti oleh 80 orang peserta.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendeteksi dini risiko penyakit. Berbagai layanan pemeriksaan disediakan, antara lain:
Pendaftaran peserta
Pemeriksaan TTV (Tanda-Tanda Vital)
Pengambilan sampel darah
Pemeriksaan gigi
Pemeriksaan fisik umum
Pemeriksaan EKG
Konsultasi dengan dokter
Para peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib dan antusias. Melalui kegiatan ini, diharapkan para karyawan dapat mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing sehingga dapat melakukan upaya pencegahan lebih dini.
Pak Muchsin Alatas, ST selaku Staff HR mewakili manajemen PT. Wastex menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan serta Puskesmas Kedungwuni II yang telah menginisiasi kegiatan CKG. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar karyawan semakin peduli dengan kesehatan diri dan lingkungan kerja.
Semoga program cek kesehatan gratis ini membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta dan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Senin, 30 Juni 2025
Tangkil Tengah, 21 Juni 2025 – Kader kesehatan dari berbagai desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II kembali berkumpul dalam kegiatan arisan dan pertemuan rutin kader, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 di Balai Desa Tangkil Tengah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar kader, menjaga kekompakan, serta menjadi wadah koordinasi terkait program-program kesehatan yang sedang dan akan berjalan.
Rangkaian Kegiatan
Senam Bersama
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama seluruh peserta. Selain untuk menjaga kebugaran, senam ini juga menjadi media untuk menyemangati kader dalam menjalankan tugas kesehatannya di masyarakat.
Sarapan Bersama
Usai senam, para kader menikmati sarapan bersama dengan menu sederhana namun penuh kehangatan. Momen ini dimanfaatkan untuk saling bertukar cerita dan pengalaman seputar kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan lainnya.
Sambutan dari Tuan Rumah
Ketua PKK Desa Tangkil Tengah selaku tuan rumah menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh kader yang hadir. Beliau mengapresiasi peran aktif para kader dalam mendukung program kesehatan di desa masing-masing.
Sambutan dari Puskesmas Kedungwuni II
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Puskesmas Kedungwuni II. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat serta informasi singkat mengenai program-program yang sedang digalakkan, termasuk integrasi layanan primer dan pelaksanaan posyandu terpadu.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan antar kader semakin kuat dan koordinasi antar lini pelayanan kesehatan masyarakat semakin efektif. Puskesmas Kedungwuni II mengapresiasi inisiatif dan kekompakan para kader, yang merupakan ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.
Penulis: Tim Promosi Kesehatan
Tanggal Publikasi: 21 Juni 2025
---
PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
📍 Alamat: Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan
🌐 Website: puskesmaskedungwuni2.pekalongankab.go.id
Sosial Media Kami:
📘 Facebook: Puskesmas Kedungwuni II
📸 Instagram: @puskesmaskedungwuni2
▶️ YouTube: PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
---
Sabtu, 21 Juni 2025
Selasa, 27 Mei 2025 – Puskesmas Kedungwuni II melalui Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pokja Posyandu dalam rangka memperkuat Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Yudi Syuhada, M.Kes, dan diikuti oleh kader serta pengelola Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi transformasi layanan kesehatan primer, khususnya dalam mewujudkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Ekspansi Pelayanan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Tahun 2025
Sejalan dengan upaya memperkuat layanan kesehatan dasar, pada tahun 2025 seluruh desa dan kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II direncanakan akan memiliki Pelayanan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), kecuali dua desa yang lokasinya sangat dekat dengan Puskesmas induk, yaitu Desa Tangkil Kulon dan Desa Tangkil Tengah.
Desa yang Telah Membuka PKD ILP:
Bugangan (Pustu)
Karangdowo
Rengas
Desa yang Akan Membuka PKD Tahun 2025:
Ambokembang (Juni)
Kedungpatangewu (Juli)
Pekajangan (Juli)
Kehadiran PKD ILP di desa-desa tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat pencegahan dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan di tingkat desa.
Posyandu ILP: Semua Desa Sudah Siap Melayani
Puskesmas Kedungwuni II juga mencatat capaian positif dengan seluruh Posyandu di wilayah kerja telah menerapkan pelayanan siklus hidup berbasis Integrasi Layanan Primer (Posyandu ILP). Ini mencerminkan komitmen kuat Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan untuk semua kelompok usia.
Komitmen Puskesmas Kedungwuni II
Dengan adanya bimbingan teknis dan ekspansi layanan PKD ILP, Puskesmas Kedungwuni II menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat primer. Kolaborasi antara kader Posyandu, perangkat desa, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama keberhasilan program ILP ini.
---
PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
📍 Alamat: Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan
🌐 Website: puskesmaskedungwuni2.pekalongankab.go.id
Sosial Media Kami:
📘 Facebook: Puskesmas Kedungwuni II
📸 Instagram: @puskesmaskedungwuni2
▶️ YouTube: PUSKESMAS KEDUNGWUNI II
---
Kamis, 5 Juni 2025
Kedungwuni – Memilih makanan dan minuman kemasan kini tidak hanya soal rasa dan harga. Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kandungan gizi yang tercantum pada kemasan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji, pemerintah mengatur pengelompokan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh pada produk pangan olahan. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami kandungan gizi suatu produk dengan lebih mudah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Mengapa Label Gizi Penting?
Label gizi memberikan informasi mengenai jumlah zat gizi yang terkandung dalam suatu produk. Dengan membaca label sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, masyarakat dapat:
- Memilih produk yang lebih sehat.
- Mengontrol asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Mendukung pola makan bergizi seimbang.
- Mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Kategori Kandungan Gizi
Dalam aturan terbaru ini, kandungan gula, garam, dan lemak jenuh dikelompokkan ke dalam beberapa kategori (A sampai D), mulai dari kandungan yang paling rendah hingga paling tinggi. Semakin tinggi kategorinya, semakin tinggi pula kandungan zat gizi tersebut sehingga konsumsinya perlu lebih diperhatikan.
Jadilah Konsumen yang Cerdas
Sebelum membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan untuk:
- Membaca informasi nilai gizi pada kemasan.
- Memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Membandingkan beberapa produk sebelum memilih.
- Mengonsumsi makanan olahan secukupnya dan tetap memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta air putih.
Membaca label gizi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan diri sendiri dan keluarga.
Puskesmas Kedungwuni II mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dimulai dari hal kecil, yaitu selalu membaca label gizi sebelum membeli pangan olahan siap saji.
---
Puskesmas Kedungwuni II
📍 Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kecamatan Kedungwuni
📞 0811-2916-633
Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati.
Senin, 29 Juni 2026
Rabu, 17 Juni 2026
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Tekanan darah terdiri dari dua angka:
Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah dan melakukan pencegahan sejak dini.
< 120 / < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah berada dalam batas sehat dan risiko penyakit kardiovaskular rendah.
Anjuran:
Sistolik: 120–129 mmHg
Diastolik: < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah mulai meningkat dan berisiko berkembang menjadi hipertensi jika tidak dikendalikan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: 130–139 mmHg
Diastolik: 80–89 mmHg
Artinya:
Tekanan darah sudah termasuk hipertensi dan memerlukan perubahan gaya hidup serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: ≥ 140 mmHg
Diastolik: ≥ 90 mmHg
Artinya:
Hipertensi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi.
Yang perlu dilakukan:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:
❤️ Konsumsi garam berlebihan.
🍟 Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan.
⚖️ Kelebihan berat badan atau obesitas.
🚶 Kurang aktivitas fisik.
🚬 Merokok.
🍺 Konsumsi alkohol berlebihan.
😰 Stres berkepanjangan.
👴 Bertambahnya usia.
👨👩👧 Riwayat hipertensi dalam keluarga.
🩺 Penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit ginjal.
✅ Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh (±5 gram) per hari.
✅ Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
✅ Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama 5 hari.
✅ Jaga berat badan tetap ideal.
✅ Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
✅ Batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji.
✅ Tidur yang cukup (7–9 jam setiap malam).
✅ Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau aktivitas yang menyenangkan.
✅ Periksa tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.
Hipertensi sering disebut "Silent Killer" karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Ayo cek tekanan darah secara rutin di Puskesmas Kedungwuni II. Deteksi dini, cegah komplikasi, hidup lebih sehat!
Selasa, 16 Juni 2026