Admin
Selasa, 16 Juni 2026
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Tekanan darah terdiri dari dua angka:
Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah dan melakukan pencegahan sejak dini.
< 120 / < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah berada dalam batas sehat dan risiko penyakit kardiovaskular rendah.
Anjuran:
Sistolik: 120–129 mmHg
Diastolik: < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah mulai meningkat dan berisiko berkembang menjadi hipertensi jika tidak dikendalikan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: 130–139 mmHg
Diastolik: 80–89 mmHg
Artinya:
Tekanan darah sudah termasuk hipertensi dan memerlukan perubahan gaya hidup serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: ≥ 140 mmHg
Diastolik: ≥ 90 mmHg
Artinya:
Hipertensi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi.
Yang perlu dilakukan:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:
❤️ Konsumsi garam berlebihan.
🍟 Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan.
⚖️ Kelebihan berat badan atau obesitas.
🚶 Kurang aktivitas fisik.
🚬 Merokok.
🍺 Konsumsi alkohol berlebihan.
😰 Stres berkepanjangan.
👴 Bertambahnya usia.
👨👩👧 Riwayat hipertensi dalam keluarga.
🩺 Penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit ginjal.
✅ Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh (±5 gram) per hari.
✅ Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
✅ Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama 5 hari.
✅ Jaga berat badan tetap ideal.
✅ Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
✅ Batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji.
✅ Tidur yang cukup (7–9 jam setiap malam).
✅ Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau aktivitas yang menyenangkan.
✅ Periksa tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.
Hipertensi sering disebut "Silent Killer" karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Ayo cek tekanan darah secara rutin di Puskesmas Kedungwuni II. Deteksi dini, cegah komplikasi, hidup lebih sehat!