Kedungwuni โ Memilih makanan dan minuman kemasan kini tidak hanya soal rasa dan harga. Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kandungan gizi yang tercantum pada kemasan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji, pemerintah mengatur pengelompokan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh pada produk pangan olahan. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami kandungan gizi suatu produk dengan lebih mudah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Mengapa Label Gizi Penting?
Label gizi memberikan informasi mengenai jumlah zat gizi yang terkandung dalam suatu produk. Dengan membaca label sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, masyarakat dapat:
- Memilih produk yang lebih sehat.
- Mengontrol asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Mendukung pola makan bergizi seimbang.
- Mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Kategori Kandungan Gizi
Dalam aturan terbaru ini, kandungan gula, garam, dan lemak jenuh dikelompokkan ke dalam beberapa kategori (A sampai D), mulai dari kandungan yang paling rendah hingga paling tinggi. Semakin tinggi kategorinya, semakin tinggi pula kandungan zat gizi tersebut sehingga konsumsinya perlu lebih diperhatikan.
Jadilah Konsumen yang Cerdas
Sebelum membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan untuk:
- Membaca informasi nilai gizi pada kemasan.
- Memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Membandingkan beberapa produk sebelum memilih.
- Mengonsumsi makanan olahan secukupnya dan tetap memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta air putih.
Membaca label gizi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan diri sendiri dan keluarga.
Puskesmas Kedungwuni II mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dimulai dari hal kecil, yaitu selalu membaca label gizi sebelum membeli pangan olahan siap saji.
---
Puskesmas Kedungwuni II
๐ Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kecamatan Kedungwuni
๐ 0811-2916-633
Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati.
Senin, 29 Juni 2026
Rabu, 17 Juni 2026
Senin, 9 Februari 2026
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Tekanan darah terdiri dari dua angka:
Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah dan melakukan pencegahan sejak dini.
< 120 / < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah berada dalam batas sehat dan risiko penyakit kardiovaskular rendah.
Anjuran:
Sistolik: 120โ129 mmHg
Diastolik: < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah mulai meningkat dan berisiko berkembang menjadi hipertensi jika tidak dikendalikan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: 130โ139 mmHg
Diastolik: 80โ89 mmHg
Artinya:
Tekanan darah sudah termasuk hipertensi dan memerlukan perubahan gaya hidup serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: โฅ 140 mmHg
Diastolik: โฅ 90 mmHg
Artinya:
Hipertensi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi.
Yang perlu dilakukan:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:
โค๏ธ Konsumsi garam berlebihan.
๐ Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan.
โ๏ธ Kelebihan berat badan atau obesitas.
๐ถ Kurang aktivitas fisik.
๐ฌ Merokok.
๐บ Konsumsi alkohol berlebihan.
๐ฐ Stres berkepanjangan.
๐ด Bertambahnya usia.
๐จโ๐ฉโ๐ง Riwayat hipertensi dalam keluarga.
๐ฉบ Penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit ginjal.
ย
โ Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh (ยฑ5 gram) per hari.
โ Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
โ Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama 5 hari.
โ Jaga berat badan tetap ideal.
โ Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
โ Batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji.
โ Tidur yang cukup (7โ9 jam setiap malam).
โ Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau aktivitas yang menyenangkan.
โ Periksa tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.
Hipertensi sering disebut "Silent Killer" karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Ayo cek tekanan darah secara rutin di Puskesmas Kedungwuni II. Deteksi dini, cegah komplikasi, hidup lebih sehat!
Selasa, 16 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
| Senin - Kamis | 07.30-11.00 |
| Jumat | 07.30-10.00 |
| Sabtu | 07.30- 10.30 |
*USG Kamis Libur
ย
Sabtu, 18 April 2026