Rabu, 4 Desember 2024
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Nasional (SP4N) - Layanan Aspirasi dan \Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia SP4N-LAPOR telah terhubung dengan 34 Kementrian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.
Layanan SP4N-LAPOR selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara sederhana, cepat, tepat, dan terkondisi dengan baik, juga dibentuk untuk merealisasikan kebijakan "no wrong door policy" yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dan manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. Adapun target pengguna yaitu seluruh InstansiPusat dan Pemerintah Daerah, Masyarakat
Rabu, 4 Desember 2024
Senin, 1 Juli 2024
Senin, 3 April 2023
26 November 2022: waktu menunjukkan pukul 09.00, terdengar suara bergemuruh, gedung Puskesmas dan kursi bergetar, pasien berteriak karena panik seketika sadar terjadi gempa, petugas puskesmas mengarahkan pasien melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul dan melakukan pengecekan kehadiran pegawai dan pasien, setelah dilakukan pengecekan terdapat dua pegawai yang mengalami cidera sementara pegawai dan pasien yang lain tidak ada yang mengalami cidera. Begitulah simulasi Penanganan bencana yang dilakukan oleh pegawai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.
Workshop penanggulangan Bencana ini dibuka oleh kepala TU Puskesmas Kedungwuni II Bapak Suwarno, A.MK dengan harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan pegawai Puskesmas ketika menghadapi Bencana. Metode yang digunakan adalah Ceramah, Diskusi dan Simulasi.
Materi pertama "penanggulangan bencana" oleh Bapak Fajar Anggoro. Materi kedua "Triage" disampaikan oleh Bapak Pandu Gumilang yang membahas tentang identifikasi kondisi korban dan menetapkan derajat kegawatdaruratan korban tidak lebih dari satu menit. Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Ahmad Nur Fauzi dari BPBD tentang Evakuasi.
Workshop diakhiri dengan sesi foto bersama Staff Puskesmas Kedungwuni II dengan tim BPBD Kab Pekalongan di halaman Puskesmas.
[Gambar]
Masnida 15 November 2022:
Kelas Ibu Hamil dilaksanakan di Aula Puskesmas Kedungwuni 2 selama 2 hari tanggal 10 dan 15 Noveber 2022, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi, meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar menahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, dan mitos/kepercayaan/adat setempat.
Kelebihan dari kelas ibu hamil adalah materi diberikan secara menyeluruh dan terencana dengan kurikulum khusus sehingga penyampaian materi lebih komprehensif.
selain kelas ibu hamil ada juga kelas senam ibu hamil yang dilaksanakan diberbagai tempat seperti aula puskesmas, balaidesa dan rumah bidan desa. tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar supaya ibu hamil dan janin tetap sehat dan diusahakan mampu untuk melakukan persalinan dengan normal.
[Gambar]
Kamis, 17 November 2022
Selasa tanggal 15 November 2022, telah dilaksanakan Pelatihan Bantuan HIdup Dasar (BHD) bagi pegawai Puskesmas Kedungwuni 2. Kegiatan ini diselenggarakan di Selasar Puskesmas Kedungwuni 2 bekerjasama dengan Rumah Sakit Kraton Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala TU Puskesmas Kedungwuni 2 Bapak Suwarno, S.Kep.
Pengertian BHD adalah Pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau henti napas sebelum ditangani oleh tenaga medis atau rumah sakit.
Tahapan BHD :
SAFETY -> PERIKSA RESPON -> PANGGIL BANTUAN, BAWA AED -> LIHAT PERNAFASAN -> 30 PIJAT DATA -> 2 PERNAFASAN BUATAN -> RESPON SPONTAN ? ->
LIHAT PERGERAKAN DADA : JIKA ADA BERARTI POSISI MANTAP , JIKA TIDAK ADA MAKA BERIKAN BANTUAN NAFAS SETIAP 10-12 x/mnt
DANGER
Ketika kita menemukan korban, pastikan :
RESPONSE
Cek Kesadaran :
Teriak “bangun pak/bu” atau buka mata pak/bu
Bila Tidak Ada Respon :
Shout For help (Minta bantuan)
Tetap Bersama Korban -> Teriak Minta Tolong
Tetap bersama korban, gunakan handphone untuk panggil bantuan, aktifkan speaker untuk berkomunikasi dan mendengarkan instruksi tenaga kesehatan.
Puskesmas Kedungwuni 2 mengadakan pelatihan pemadam dan penanggulangan kebakaran di selasar dan lapangan barat Puskesmas Kedungwuni 2. Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Kedungwuni 2 Ibu dr. Noor Endah Artati. bekerjasama dengan UPT Pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pelatihan dan Simulasi Pemadam Kebakaran di Puskesmas Kedungwuni 2.
Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya masih dirasakan sangat kurang, khususnya untuk rakyat Indonesia. Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian. Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang api yang memadai.
Karena itulah diperlukan pelatihan ini. Banyak faktor yang bisa mempercepat terjadinya bahaya api atau kebakaran bahkan ledakan, faktor-faktor tersebut kadang-kadang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang, padahal upaya pencegahan kebakaran lebih mudah dan lebih murah, dibandingkan upaya penanggulangannya. Karena itulah, dalam pelatihan ini upaya pencegahan kebakaran lebih diutamakan.
MANFAAT DAN PELATIHAN
Kedungwuni 26/11/2022 : "Health is not everything but everything without health is nothing" artinya kira-kira "sehat bukan segalanya, tapi segalanya tanpa sehat bukan apa-apa" begitulah yang disampaikan oleh Bapak Casmudi, S.Kep M.M Subkoordinator Surveilence dan imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan pada acara pertemuan guru guru UKS wilayah kerja Puskesmas Kedungwni 2, beliau menyampaikan betapa pentingnya imunisasi terhadap anak-anak indonesia sebagai perisai terhadap penyakit agar tetap sehat dan menjadi generasi masa depan yang unggul. Pendidikan Kesehatan di lingkungan sekolah juga perlu perhatian lebih, pasalnya hampir waktu anak-anak banyak dihabiskan di sekolah, sekolah pagi maupun sore.
Dalam mengimplementasikan pendidikan kesehatan di UKS, dapat mendirikan model indikator sekolah sehat seperti indikator fisik, antara lain; 1) Jumlah murid dengan status gizi normal, 2) Memiliki sarana air bersih yang memadai dan jamban yang saniternya mencukupi, 3) Memiliki sarana cuci tangan dan tempat sampah yang mencukupi, 4) Melakukan CTPS, 5) Sarapan/makan siang dan sikat gigi bersama, 6) Melakukan aktivitas fisik secara teratur, 7) Melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala.
Selain itu ada indikator mental yang meliputi; 1) Memberikan pendidikan keterampilan hidup sehat (kompetensi psikososial) di sekolah dan di masyarakat, 2) Wilayah KTR (Kawasan Tanpa Rokok), 3) Wilayah KTN (Kawasan Tanpa Narkoba), 4) Wilayah KTK (Kawasan Tanpa Kekerasan), 5) Mempunyai kader kesehatan sekolah/dokter kecil yang jumlahnya cukup, dan 6) Angka ketidakhadiran karena sakit yang rendah.
Demi mencapai Indonesia emas 2045 perlu kita siapkan bersama SDM yang unggul dengan memastikan anak-anak kita terjamin pendidikan dan kesehatannya, hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama berbagai fihak, dari Puskesmas, Sekolah, Dinas Kesehatan, Pemerintah dan Masyarakat.
Senin, 5 Desember 2022
Atau
Jika sendirian tanpa handphone, berteriak meminta tolong dan ambil AED (jika dapat tersedia segera) sebelum memulai RJP
CIRCULATION
Lakukan kompresi dada dengan ketentuan :
Korban telentang di atas permukaan yang kerasa dan datar
(Posisi tangan pada lower half of sternum)
BREATHING
Beri nafas buatn 2x dengan alat bantu Ambu bag
EVALUASI
Evaluasi dilakukan tiap 2 menit
Kapan pijat jantung dihentikan ?
Rabu, 16 November 2022
MATERI TRAINING
METODE PELATIHAN
[Gambar]
Rabu, 16 November 2022
Sabtu, 29 Oktober 2022