Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering muncul, terutama saat musim hujan. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air bersih.
Kabar baiknya, DBD dapat dicegah dengan cara yang sederhana melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Gerakan ini bertujuan memutus siklus hidup nyamuk sehingga penyebaran DBD dapat ditekan.
Apa Itu 3M Plus?
3M Plus adalah upaya pencegahan DBD yang terdiri dari tiga langkah utama (3M) dan dilengkapi dengan berbagai tindakan pencegahan tambahan (Plus).
1. Menguras
Bersihkan dan kuras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, tempayan, dispenser, maupun vas bunga minimal satu kali dalam seminggu. Kegiatan ini bertujuan menghilangkan telur dan jentik nyamuk yang menempel pada dinding tempat penampungan air.
2. Menutup
Pastikan seluruh tempat penampungan air seperti tandon, drum, dan bak air selalu tertutup rapat agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
3. Mendaur Ulang atau Mengubur Barang Bekas
Manfaatkan kembali barang-barang bekas yang masih dapat digunakan atau buang barang yang sudah tidak terpakai, seperti kaleng, botol, ban bekas, dan wadah lainnya yang dapat menampung air hujan.
Apa yang Dimaksud dengan "Plus"?
Selain menerapkan 3M, masyarakat juga dianjurkan melakukan berbagai langkah pencegahan tambahan, antara lain:
Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, seperti ikan cupang, di kolam atau bak penampungan air.
Menggunakan kelambu saat tidur, terutama bagi bayi dan anak-anak.
Memasang kawat kasa pada ventilasi, jendela, dan pintu rumah.
Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, lavender, atau zodia.
Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah karena dapat menjadi tempat bersembunyi nyamuk.
Menggunakan losion atau obat anti nyamuk bila diperlukan, terutama saat beraktivitas pada pagi dan sore hari.
Mengapa 3M Plus Penting?
Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang dari telur menjadi nyamuk dewasa hanya dalam waktu sekitar 7–10 hari. Oleh karena itu, membersihkan lingkungan secara rutin setiap minggu sangat efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk.
Pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Lingkungan yang bersih dan bebas jentik merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit.
Mari Bersama Cegah DBD!
Mulailah menerapkan 3M Plus dari rumah sendiri dan ajak keluarga serta tetangga untuk melakukannya secara rutin. Langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar dalam melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman Demam Berdarah Dengue.Ingat! Cegah DBD dengan 3M Plus: Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, serta melakukan berbagai langkah pencegahan tambahan. Rumah bebas jentik, keluarga lebih sehat.
Kamis, 2 Juli 2026
Rabu, 17 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lanjut usia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah lansia, dan berkesinambungan juga semakin meningkat. Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat lanjut usia, Puskesmas Kedungwuni II terus melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan Poli Lansia dan pelayanan dokter yang lebih optimal.
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, baik penyakit degeneratif, penyakit kronis, maupun penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Kondisi tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga menyeluruh serta berkesinambungan. Oleh karena itu, Puskesmas Kedungwuni II menghadirkan pelayanan khusus bagi lansia melalui Poli Lansia yang memberikan kenyamanan dan perhatian lebih terhadap kebutuhan kesehatan para lanjut usia.
Melalui Poli Lansia, pasien lanjut usia memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih terarah mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, edukasi pola hidup sehat, hingga pemantauan penyakit kronis secara berkala. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu lansia menjaga kondisi kesehatan agar tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Selain itu, pelayanan dokter di Puskesmas Kedungwuni II juga terus ditingkatkan agar memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal bagi para lansia. Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih mendalam dengan memperhatikan kondisi pasien secara keseluruhan, tidak hanya berdasarkan keluhan utama yang dirasakan. Pendekatan ini penting karena pada usia lanjut sering ditemukan beberapa penyakit yang muncul bersamaan sehingga memerlukan penanganan yang lebih teliti dan menyeluruh.
Kedungwuni – Memilih makanan dan minuman kemasan kini tidak hanya soal rasa dan harga. Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kandungan gizi yang tercantum pada kemasan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji, pemerintah mengatur pengelompokan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh pada produk pangan olahan. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami kandungan gizi suatu produk dengan lebih mudah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Mengapa Label Gizi Penting?
Label gizi memberikan informasi mengenai jumlah zat gizi yang terkandung dalam suatu produk. Dengan membaca label sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, masyarakat dapat:
- Memilih produk yang lebih sehat.
- Mengontrol asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Mendukung pola makan bergizi seimbang.
- Mengurangi risiko penyakit tidak menular.
Kategori Kandungan Gizi
Dalam aturan terbaru ini, kandungan gula, garam, dan lemak jenuh dikelompokkan ke dalam beberapa kategori (A sampai D), mulai dari kandungan yang paling rendah hingga paling tinggi. Semakin tinggi kategorinya, semakin tinggi pula kandungan zat gizi tersebut sehingga konsumsinya perlu lebih diperhatikan.
Jadilah Konsumen yang Cerdas
Sebelum membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan untuk:
- Membaca informasi nilai gizi pada kemasan.
- Memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Membandingkan beberapa produk sebelum memilih.
- Mengonsumsi makanan olahan secukupnya dan tetap memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta air putih.
Membaca label gizi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan diri sendiri dan keluarga.
Puskesmas Kedungwuni II mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dimulai dari hal kecil, yaitu selalu membaca label gizi sebelum membeli pangan olahan siap saji.
---
Puskesmas Kedungwuni II
📍 Jl. Raya Tangkil Kulon No. 1, Kecamatan Kedungwuni
📞 0811-2916-633
Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati.
Senin, 29 Juni 2026
JENIS PELAYANAN | KONTAK |
| LAYANAN KESEHATAN JIWA | |
LAYANAN ADUAN KEKERASAN PADA PEREMPUAN DAN ANAK | |
Rabu, 17 Juni 2026
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Tekanan darah terdiri dari dua angka:
Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah dan melakukan pencegahan sejak dini.
< 120 / < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah berada dalam batas sehat dan risiko penyakit kardiovaskular rendah.
Anjuran:
Sistolik: 120–129 mmHg
Diastolik: < 80 mmHg
Artinya:
Tekanan darah mulai meningkat dan berisiko berkembang menjadi hipertensi jika tidak dikendalikan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: 130–139 mmHg
Diastolik: 80–89 mmHg
Artinya:
Tekanan darah sudah termasuk hipertensi dan memerlukan perubahan gaya hidup serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Yang perlu dilakukan:
Sistolik: ≥ 140 mmHg
Diastolik: ≥ 90 mmHg
Artinya:
Hipertensi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi.
Yang perlu dilakukan:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi antara lain:
❤️ Konsumsi garam berlebihan.
🍟 Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan.
⚖️ Kelebihan berat badan atau obesitas.
🚶 Kurang aktivitas fisik.
🚬 Merokok.
🍺 Konsumsi alkohol berlebihan.
😰 Stres berkepanjangan.
👴 Bertambahnya usia.
👨👩👧 Riwayat hipertensi dalam keluarga.
🩺 Penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit ginjal.
✅ Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh (±5 gram) per hari.
✅ Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
✅ Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama 5 hari.
✅ Jaga berat badan tetap ideal.
✅ Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
✅ Batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan cepat saji.
✅ Tidur yang cukup (7–9 jam setiap malam).
✅ Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau aktivitas yang menyenangkan.
✅ Periksa tekanan darah secara berkala, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.
Hipertensi sering disebut "Silent Killer" karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Ayo cek tekanan darah secara rutin di Puskesmas Kedungwuni II. Deteksi dini, cegah komplikasi, hidup lebih sehat!
Selasa, 16 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Kedungwuni, 10 Juni 2026 – Puskesmas Kedungwuni II melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 bayi usia 6 bulan sebagai sasaran pemeriksaan. PKAT merupakan salah satu upaya deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi agar dapat segera dilakukan intervensi yang tepat.
Dalam kegiatan ini, bayi mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh yang meliputi pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan dan panjang badan, serta penilaian perkembangan sesuai tahapan usianya. Pemeriksaan perkembangan mencakup kemampuan motorik seperti berguling, duduk dengan bantuan, meraih benda, serta kemampuan sensori yang meliputi fungsi pendengaran, penglihatan, dan respons terhadap lingkungan sekitar.
Selain pemeriksaan tumbuh kembang, seluruh bayi juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter serta mendapatkan layanan konseling bagi orang tua. Melalui konseling ini, orang tua memperoleh edukasi mengenai stimulasi perkembangan anak, pemberian ASI dan MPASI yang tepat, pola asuh, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Kegiatan PKAT dilaksanakan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, bidan, ahli gizi, tenaga sanitasi lingkungan, dan petugas promosi kesehatan. Kolaborasi berbagai profesi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif sehingga kondisi kesehatan bayi dapat dipantau dari berbagai aspek.
Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan pada bayi. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti sehingga peluang keberhasilan perbaikan dan penanganan menjadi lebih optimal.
Melalui kegiatan PKAT ini, Puskesmas Kedungwuni II berharap seluruh bayi dapat tumbuh sehat dan berkembang sesuai tahapan usianya. Peran aktif orang tua dalam memantau perkembangan anak serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kunci penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kamis, 11 Juni 2026
Dalam pelayanan kepada lansia, dokter juga memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang tepat, pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai usia, serta upaya menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup. Komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien lansia menjadi bagian penting agar pasien merasa nyaman, dipahami, dan mendapatkan pelayanan yang humanis.
Peningkatan pelayanan dokter dan Poli Lansia ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia sehingga tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Puskesmas Kedungwuni II juga terus mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan lansia karena dukungan keluarga memiliki peran besar dalam menjaga keberhasilan pengobatan dan perawatan sehari-hari.
Melalui momentum Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026, Puskesmas Kedungwuni II menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat lanjut usia. Dengan pelayanan yang lebih baik, ramah, dan komprehensif, diharapkan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, bahagia, dan berkualitas.
Jumat, 29 Mei 2026